Pages

Kamis, 18 November 2010

Demi Waktu


Demi waktu. Dia yang jika datang tak bisa terulang. Dia yang jika pergi tak bisa diminta kembali. Dia yang saat telah habis tak bisa diputar ulang atau diminta lagi. Dia yang menjadi saksi peristiwa sejarah dan juga tragedi. Menjadi saksi kelahiran, perkembangan dan kematian. Menyimpan jawaban atas banyak misteri dan tanya. Manusia datang dan pergi dan jaman silih berganti. Ada awal pasti ada akhir.

Demi waktu. Yang terus berputar tak tergugat sampai tiba saat yang dikehendaki-Nya. Dan manusia berada di antaranya. Dipermainkan oleh takdir dan putaran waktu. Akan jadi apa? Akan jadi seperti apa? Apakah kita mampu memanfaatkan bahkan mengendalikan waktu ataukah kita hanya akan habis tergilas oleh waktu. Apakah dalam hidup, kita mampu membuat arti dan menjadi berharga ataukah hanya sebuah kesia-siaan belaka. Apakah kita yang akan menjadi penoreh sejarah atau malah kita yang lenyap ditelan arus sejarah. 

Pertanyaan beruntun yang terus berkecamuk di pikiranku. Mampukah aku menaklukkan sang waktu?
Akankah sesal kan jadi hantu tanpa makna. Karena ketika tiba saatnya, semua sudah terlambat

 Balikpapan, 18 November 2010

Selasa, 16 November 2010

MIMPI?


Sunyi. Kosong. Hampa. Mengapai-gapai  dalam lorong kosong tak bernama. Memutar melodi dalam orkestra tanpa nada.

Senyap. Hening. Diam. Suara teredam dalam tembok-tembok tebal tak bernyawa. Tanya terbungkam dalam bisu tak berkata.

Apakah semuanya nyata? Ataukah hanya mimpi atau imajinasi belaka?

Campuran berbagai rasa, pelangi jutaan warna. Kilatan-kilatan cahaya entah apa namanya. Semua bercampur dan kabur. Dengan ketakutan, kesimpulan, khayalan dan juga harapan. Hingga semua jadi absurd dan tak jelas.

Aahh.. separah itukah aku hingga tak bisa membedakan mana mimpi dan realita? Mana nyata atau fatamorgana? Ataukah hanya aku saja yang mengkhayalkan semua?

Bagaimana bisa aku kehilangan sesuatu yang sebenarnya tak pernah kumiliki? Bagaimana bisa aku memimpikan sesuatu yang tak sudi kumiliki?

Kalau penguasa mimpi dan dewi imajinasi yang berada di balik semua ini. Aku minta pada kalian. Sudah, cukup, hentikan. Kembalikan aku di dunia nyata. Aku tak mau terus berkhayal yang tak nyata. Aku tak mau terus mengira-ngira. Aku tak punya enam indra hingga bisa membaca hati dan pikiran manusia.

Biarkan aku berdiri di realita. Sekejam dan sepahit apapun, aku akan melewatinya. Dan aku pasti bisa.

Balikpapan, 16 November 2010

Minggu, 14 November 2010

Me, My Self & My Alter Ego

Pernahkah terpikir di kepala kita kalau kita memiliki 'sisi' dan kepribadian lain di luar yang selama ini kita kenal?

Pernah tidak anda mengalami tiba-tiba ada di satu tempat dan keadaan yang kita tidak tahu apa, di mana dan kenapa kita bisa ada di sana? Seperti ada waktu yang 'menghilang' dan 'meloncat' begitu saja.

Seringkah kita bertemu orang-orang yang tidak kita kenal tiba-tiba menyapa kita seakan-akan kita kenal baik dengan mereka? Menanyakan hal-hal aneh yang terasa asing buat kita? Dan terkadang ada beberapa yang memanggil kita dengan nama panggilan yang berbeda. Bukan karena kita mirip seseorang atau karena muka kita pasaran. Tetapi karena mereka benar-benar yakin kalau kitalah orang yang mareka kenal.

Pernahkah terbersit niat dalam diri kita untuk 'lari' dari satu masalah lalu berpura-pura itu tidak pernah ada? Lantas berpikir andai saja aku begini dan begitu. Andai saja aku bisa berbuat ini atau itu. Atau ketika kita sedang dalam kondisi marah, sakit, kecewa atau sedih yang luar biasa tapi tak bisa bebas lepas mengeluarkan emosi. Semua tertahan, semua terkubur lantas berjamur jauh di dalam diri kita. Yang lantas tanpa sadar menimbulkan penolakan-penolakan besar ataupun kecil terhadap keadaan kita saat itu.  Menumbuhkan kekecewaan terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Seberapa sering kita mendengar ada suara-suara sedang berbicara atau berdebat di dalam kepala kita?

Kalau jawabnya adalah "iya", maka berhati-hatilah. Bisa jadi anda berpotensi  (atau bahkan sudah) memiliki kepribadian ganda. Segeralah berkonsultasi dengan psikolog ahli jiwa :D

*Catatan iseng tanpa ada dasar ilmiah*

Balikpapan, 14 November 2010

Tuhan Yang Aku Kenal


Tuhan yang aku kenal adalah DIA yang baik hati, pemurah, penyayang dan penuh cinta kasih. Tuhan yang aku tahu adalah entitas tertinggi yang pemaaf, pengampun dan maha bijaksana.

Dia yang selalu mendengar setiap keluh kesah dan doa umat-NYA. Dia yang tak pernah bosan memaafkan dosa dan kesalahan manusia. Walau sering kita terus mengulangi hal yang sama.

DIA tak pernah letih memberi nikmat, rizky dan anugrah kapada kita. Meski kadang kita lalai dan lupa kepada-NYA. Bahkan terkadang kita menjadi angkuh dan lupa kalau semua yang ada di dunia adalah milik-NYA, dan akan kembali kepada-NYA jua.

Tuhan yang aku percaya bukanlah tuhan yang gemar menghukum dan menghakimi manusia. Bukan tuhan yang mengajarkan teror dan menebar ketakutan serta fitnah. Bukan makhluk menyeramkan dengan cambuk dan ancaman siksa neraka di tangannya.

Kalaupun sesekali DIA memberikan cobaan, kesakitan dan kesedihan. Bukan karena DIA murka dan ingin menghukum kita. Tetapi karena DIA menyayangi dan mengasihi kita. Agar kita menjadi lebih baik. Bukan untuk DIA, tapi untuk diri kita sendiri.

DIA tidak butuh kita untuk menyembah-NYA. Krena tanpa itupun DIA akan tetap ada, abadi dan Maha Segala. Tapi kitalah yang membutuhkan-NYA. Karena kita fana dan bukan apa-apa

Balikpapan, 14 November 2010

Jumat, 12 November 2010

Thanks to You


Mengenalmu, aku belajar kesabaran dan mengendalikan emosi. Ketenanganmu meluluhkan ego dan kerasnya hati.

Mengagumimu, semangat dan keteguhanmu meraih mimpi ingatkanku akan mimpi-mimpiku.

Menyayangimu. Aku mengerti ketulusan, kelembutan hati dan memberi tanpa pamrih. Hanya ingin memberi. Aku belajar memahami dan menyadari keberadaan yang lain dan tak berpusat pada diri sendiri.

Mencintaimu, aku tahu bagaimana berbagi. Dunia akan lebih indah kalau kita mau berbagi. Aku belajar percaya dan menerima orang lain apa adanya, kurang - lebihnya. Yang terpenting, aku tahu apa itu cinta dan bagaimana mencintai.

Melepaskanmu, aku belajar bahwa cinta bukanlah posesi atau obsesi. Walau terkadang masih ada keinginan ‘tuk bersama, mungkin aku 'kan lebih bahagia. Tapi..cinta bukanlah beban. Dan aku tak mau jadi beban siapapun. Cinta bukan penghalang kemajuan. Cinta, cita, harapan dan mimpi, semua bisa berjalan beriringan. Asal kita mau dan percaya.

Menunggumu, aku mengerti arti kesabaran. Di lain sisi, aku mengerti arti dan kuasa sang waktu. Ada 'kuasa' lain yang tak terbantahkan. Aku belajar berserah, bukan berarti pasrah.

Menanti tanpa mengharap lebih. Menunggu tapi tak menutup kesempatan-kesempatan baru. Biar semua dijawab oleh takdir dan sang waktu. Apa kata hatimu.

Thanks for  everything.

Balikpapan, 12 November 2010

Minggu, 07 November 2010

Don't cry because it's end. But smile because it's happen (Dr. Seuss)


We are promise to be best friend forever, but it ruin because love getting in".

Menyakitkan ketika tahu persahabatan beberapa tahun harus rusak dalam tiga bulan. Pelajaran berharga yang kudapat kali ini. "Jangan mencoba-coba untuk jatah cinta pada sahabat sendiri, apalagi menyatakannya. Kalau kamu belum yakin pada perasaan sendiri. Apa itu cinta, kagum atau persahabatan saja". Karena dikecewakan oleh orang yang kita anggap sudah mengerti dan memahami kita itu jauh lebih menyakitkan. Kalaupun cinta dapat memaafkan dan menyembuhkan. Belum tentu manusia bisa.

Kalaupun kita mampu memaafkan, belum tentu pasangan atau mantan pasangan kita bisa. Karena cinta setiap orang berbeda-beda. Begitupun dengan cara memahaminya.  Menyakitkan memang. Tapi itu sudah terlanjur terjadi. Kalau berandai-andai, andai hal itu tak pernah terjadi. Mungkin semuanya masih akan baik-baik saja. Tak akan ada yang merasa tersakiti atau terbebani. But we can't turn back the time, right?

Yang bisa kulakukan sekarang adalah menatap ke depan dengan senyum, semangat dan jiwa yang baru.
"Don't cry because it end, but smile because it happen".
Thanks and sorry for everything.
Good luck, good bye and take care

Balikpapan, 7 November 2010

Kamis, 04 November 2010

I Let You Go


Tonight. I'm at my room next to the window. There’s rain outside, but i still could see the moon and the stars. At a moment like this, i always remember you. I wonder  about what are you doing now. What are you thinking. Do you see the same moon now? We're under the same sky. We're at same earth. We have same moon. Even the distance tears us apart.

I miss you, I need you, I love you. I know it will be so hard to forget you. I don't know why. Even we're never meet for song long. Even we meet just for three times. I know it will be so strange to love someone whose you rarely meet. But love could be irasional. This isn't about logic but heart. Love doesn't need an answer, reason or explanation. Simple and complicated at a same time.

But i learn that love isn't a possesion. Because i love you, i let you go. I let you fly. I don't want to keep on asking why. Because i know you, i let you free to catch your dream. I don't want to be your burden.
At a same time, your passion to your dream remind me about mine. I'll spread my wings and fly.

Until i find you again. Love will lead you back.  And i'll be right here waiting for you.

For my dearest dreamer

Balikpapan, 4 November 2010