Pages

Jumat, 27 Mei 2011

Cinta, Mencintai dan Dicintai

Beberapa tahun yang lalu, kakak perempuanku pernah bilang begini “Seorang perempuan, akan jauh lebih bahagia kalau ia bersama dengan pria yang mencintainya sepenuh hati daripada bersama dengan pria yang ia cintai , tapi sang pria tidak mencintainya sepenuh hati. Karena perempuan bisa belajar mencintai, sementara pria tidak.” Kalimat yang sama dengan yang diucapkan beberapa orang temanku setelahnya hingga saat ini. 

Benarkah begitu? Apakah seorang perempuan akan lebih bahagia bila menerima cinta daripada bila ia mencintai? 

Cinta yang tulus mampu menghancurkan kerasnya karang, apalagi hati perempuan. Karena memang pada dasarnya perempuan adalah mahkluk yang mudah tersentuh hatinya. Saat ia dicintai, wanita akan merasakannya. Walaupun sebelumnya ia tak punya perasaan apa-apa tetapi lambat laun ia bisa belajar mencintai sang pria. Karena saat dicintai, orang akan merasa lebih berharga, diperhatikan dan merasa luar biasa.

Sementara saat mencintai, orang akan terdorong untuk menjadi luar biasa, hebat dan memberikan perhatian kepada orang yang kita cintai. Jatuh cinta memang indah, tetapi berhati-hatilah terhadap kekecewaan di belakangnya. Kalau sudah berani jatuh cinta, harus berani patah hati. Saat mencintai, kita tak terpikirkan alasan ataupun penjelasan. Apalagi buat perempuan yang lebih memakai perasaan daripada logika. Terkadang saat jatuh cinta kita menjadi buta terhadap kenyataan dan sekeliling. Parahnya, kita jadi tak melihat keburukan orang yang kita cintai, juga tak memperhatikan kebaikan dan perhatian orang lain. Karena buat kita saat itu hanya ada dia, dia dan dia. Padahal bisa jadi, justru orang lain itu yang lebih tulus dan benar-benar menyayangi kita.

“Saat kita sibuk menatap punggung seseorang dari belakang, seringkali tanpa kita sadari bisa jadi ada orang lain yang juga sedang menatap punggung kita dari belakang. Dan bisa jadi justru orang itulah yang sebenarnya adalah cinta sejati kita, bukan orang yang saat itu kita tatap punggungnya dari belakang.”

Perempuan, akan lebih bahagia saat dicintai. Karena perempuan punya energi yang terbatas untuk mengejar cinta. Dulu, saya pernah berpikir kalau cinta tak butuh balasan. Ternyata salah. Cinta antara perempuan dan laki-laki itu butuh balasan. Apalagi buat seorang perempuan. Sebesar apapun perasaan seorang perempuan terhadap seorang pria, kalau terus menerus dalam posisi mengejar dan terabaikan tanpa ada balasan, lambat laun akan lelah juga. Yang kemudian akan menipis dan terkikis habis tergantikan dengan cinta - cinta yang lain.

Seorang pria tidak seperti perempuan yang suka bermain “jinak-jinak merpati”. “Kalau seorang pria memang mencintai seorang perempuan, ia akan melakukan apapun untuk menarik perhatian dan untuk mendapatkannya” (from He is Just Not That Into You by : Greg Behrendt). Sebaliknya, umumnya pria tidak bisa belajar mencintai seperti halnya perempuan. Mereka umumnya relative lebih ‘straight and to the point’. Suka ya suka, tidak ya tidak. Walaupun untuk beberapa kasus ada pria yang bisa belajar mencintai, berupaya mencintai atau bahkan berpura-pura mencintai seorang wanita. Tetapi coba tanya hatinya, bisakah ia membohongi hati dan perasaan sendiri? manusia normal tidak. Mungkin manusia –baik pria ataupun wanita - bisa membohongi seluruh dunia. Tapi ia takkan pernah bisa membohongi Tuhan dan dirinya sendiri.

Ini bukan berarti perempuan tidak setia. Tetapi buat saya, apa artinya sebuah kesetiaan kalau sebenarnya orang yang kita setiai tidak butuh itu. Bahkan lebih buruknya kalau orang yang kita cintai sama sekali tidak membutuhkan kita. Untuk apa bergantung pada sesuatu yang tidak sudi kita jadikan tempat bergantung. Percuma saja memberikan perhatian, sayang dan kebaikan untuk seseorang yang tidak pernah menghargai semua yang telah kita lakukan. Haloo… dunia ini luas dan indah loh. Masih banyak kesempatan dan hal-hal baik di luar sana yang menanti kita. dunia itu indah. Hidup itu indah, hanya jika kita ingin menjadikannya indah J Karena berbahagia adalah sebuah pilihan.

Cinta memang tentang perasaan, tetapi tetap harus menggunakan logika dan pikiran. Dan satu hal, jangan sampai cinta membuat anda kehilangan harga diri dan diri anda sendiri. karena sesungguhnya Tuhan menanamkan perasaan cinta ke dalam hati manusia  untuk memuliakan manusia, bukan untuk menghinakannya. Cinta datang untuk menjadikan manusia lebih baik, bukan untuk membuatnya terperosok dalam jurang perendahan harga diri apalagi kenistaan. Cinta itu suci dan murni. Yang salah adalah orang-orang yang terlibat di dalamnya. Apalagi ketika cinta sudah bercampur dengan nafsu, ego dan keinginan sesaat.

Jadi, akan memilih mana antara dicintai dan mencintai? Buat saya akan jauh lebih baik bila kita dicintai oleh orang yang juga kita cintai :D Keinginan dicintai jangan dijadikan alasan membohongi diri sendiri lantas malas berjuang mengejar cinta. Tetapi tetap ada batasnya. Sampai pada satu titik, ketika mencintai dan dicintai tak bisa dipertemukan pada satu sosok, seorang perempuan mungkin akan lebih berbahagia bila ia memilih untuk dicintai terlebih dahulu. Saya bilang mungkin, karena saya sendiripun belum tahu pasti. karena saya juga belum pernah merasakan dicintai dengan benar-benar. Atau mungkin saya memang belum menyadarinya? Adakah seseorang di luar sana yang saat ini sedang memperhatikanku dari belakang? Kalau ia, pls come. Datanglah, katakan, tunjukan. I’ll open my door to greet you n let you in if you are really serious with me. Kalau tidak? Ke laut aja! Dan jangan coba-coba :P because human heart isn’t a toy that you could play.

Love without saying any words, confusing.
Saying love without any action, you must be joking!
Saying love and pretend loving, but actually just acting, damn playing!!
A true love, I’m waiting.

Insomia effect. Balikpapan May 27th 2011

Selasa, 10 Mei 2011

What .......... Is?

If you are always remember someone, even after time and so many things happen. Is it love?

If the butterflies in your heart is dancing so fast, your heart is beating so hard just because you’re remember and hear his voice on the line. Is it love?

If you feel chemistry when you are  near him. Unspoken and unexplain feeling that comes to you everytime he talks to you. Is it love? Or just a desire?

If you’re happy with everything he said, even you know maybe that’s just the bullshitt. Is it love? Or naïve?

If you still want to believe him even you heard any rumours about him. Is it love? Or stupied?

If you always forgive him and can’t be angry with everything he did to you. is it love? Or just you’re losing your mind?

If you’re sad when he rarely call you because at one time you choose to leave him because his indecisive and full of doubt and then you choose wrong guy and go out with him. Until you realized the one that you need isn’t that guy, but the one previous. Is it love? Or just the queen syndrome?

If you don’t know whether to laugh, cry or happy  and says congrat when you heard he found someone new. Is it love? Or just an ego?

Maybe it is love. Maybe not. Even it is love it is already over now, or maybe not yet?

Tell me what the love is. Because I don’t know what is it. Sometimes i think that is love, but actually just an admiring. Sometimes I think that is love but in real just a friendship. Sometimes I think someone is kind and will never lie to me and hurt me. But in fact, he is the one who hurt me most. At the other side. Sometimes I think that is just a friendship or joking, but actually maybe pure love. And I don’t realize it until he was gone from my sight. And maybe it’s too late to take him back. Sometimes we can’t see what is real in front of our eyes, because we are day dreaming about something unreal and far away. Regret? Maybe. But nothing’s important now. The most important is life must go on and I must continue my life and being happy with everything happen. Because I believe everything happen for a reason. We made mistakes, so that we could appreciate it when it’s right. We meet wrong person so that we will know when it’s right and not doing the same mistakes before.

"I believe that everything happens for a reason. People change so that you can learn to let go, things go wrong so that you appreciate them when they're right, you believe lies so you eventually learn to trust no one but yourself, and sometimes good things fall apart so better things can fall together." (Marlyn Monroe)

All I have just memory and history. “Because the past is a history, the  future is a mystery and today is present, that’s why we called it ‘present’.” (Eleanor Roosevelt)

And I  just could remember the way he cares about me. The way he makes me comfort more than anyone else. He give me his shoulder to cry on and lend me his ear to hear my voice. Not like the other one who turns and gives me his back when I’m at my weakness. And then suddenly run away and leave me without any words. And after i decide to forget and forgive him, suddenly he sent me message that insult and humiliate me with very very harsh words that I never imagine could come from an educated, smart and nice person like him. Or maybe just I’m the one who are defensive, persistent and always blame others? Yeah, i know I’m not a perfect person. So many things I wish I didn’t do. But, am I that bad that could make him said very harsh words about my attitude? Haloo… he knew me not in a short time. Eight years friendship that broke just in three months? or maybe just in my imagination he is my friend all this time? Am I that stupied and blind? Am I that bad?

Tell me what the love is? If your own feeling that you can’t trust.

Tell me what the trust is? If you can believe no one, even it seems they are as good as an angel.

Tell me what the friendship is? If someone called you as his best friend at the same time insult and humiliate you that hurt your pride most.

You could said that I’m stupied, naïve, persistent, defensive, egois, obsessive and everything as bad as you could say. But “nothing could hurt you without your consent” (Eleanor Roosevelt). And I’ll never let anyone hurt me more. To be honest, I lost almost all of my trust to the human called “a man”. I said almost all, not all. Because I know there’s people who are really trust worthed.

Maybe everything that written here seems it’s just an obsessed, anger or just because my broken pride. But I wouldn’t care about that. I know this isn’t about heart anymore. But pride, trust and friendship. It isn’t about heart, because my heart was killed at the time when he insulted me. And i’m the kind of person who keep my pride most. This isn’t about heart because my heart was died at a same time when he broke my trust. And I’m the kind of person who hold the trust as very important thing in any of relationship in my life. It isn’t about heart but friendship. Because I’m the kind of person whose value the friendship as my precious things. And as far as I know a friend would never never betray their friend, stab them from the back or even worse humiliate them. “True friend is someone who knew everything about you, even your weakness and still loves you” (Elberd Hubbard). True friend is someone who will accept you just the way you are. True friend is someone who are always be with you in your good or bad situation. Not someone who just uses you in the way they need to. And when they don’t need you, they will leave you and treat you just like garbage.

I know there’s no perfect person just like no perfect  friendship. Sometimes we made mistakes. Sometimes friends fight and have quarrel each other. To be a friend doesn’t means we are always in same opinion and way. Because everyone  have their own mind, their own way of thinking, their own life, their own problem, their own destiny. And we can’t compare someone to the others. But true friend always comeback even after everything happen. And they will laugh and cry together after realized their own mistakes and stupidity. For me, friendship is as precious as love, or maybe more. And I’m wondering now do we are really a friend? Or maybe you’re my friend just in my imagination? Just like I’m in a desert, very very dry desert. And I see there’s water at the end of the road. But nothing’s real. That just fatamorgana.

Sometimes, we think we know someone. Actually not. Sometimes we think that person already knew who you are. But in real, nothing at all. Because everyone use their own mask to cover their own self.

“You would never understand people until you see everything from their view, until you infiltrate under their skin, until you life in their’s way of life.” (from To Kill a Mockingbird by : Harper Lee)

Notes :
I’m writing this without any tendention to blame and talking bad about someone in their back. Because I already talked everything in front of his face :P To be true in front of his eye, because it just all written, not face to face :P Since there’s very very rarely face to face communication between us in this 8 years. When I think of this now, I just could smile and laugh. No wonder there are so many miscommunication and misunderstanding. Because very very rarely communication. And i could say that no direct communication. Everything just via inderect communications such as internet, mobile, etc. So let’s we say it virtual relationship. And in virtual world, we could be everything we want. But we can’t give too many trust to someone here. And I feel relieve and say “That is just a day dreaming. Thanks God it’s over now. So goodbye my past. I’m ready for the next real journey that are waiting for me in the end of the road”.

I’m writing this not means that I’m have any revenge or something. It isn’t. I wouldn’t poissoined my self with that kind of thing. I‘m writing this not to expose my sober. Because my cry was over. Yes, I’m hurt. And just like when you stab a wood with nails. Even you already put those nails back and throw them to the garbage. The wound and the hole still there. Until someone at sometimes come and closed them. Fill that hole and cure that wound with they true and kind heart.
I’m writing this with one wish. That I could read it again and again. So that I could remember about my mistakes and learn from it. The most important is, I wouldn’t do the same mistakes again. Maybe others people could learn something from mine.

Balikpapan, 10 May 2011

I Want To Know What Love Is
By : Foreigner

I gotta take a little time
A little time to think things over
I better read between the lines
In case I need it when I'm older
Aaaah woah-ah-aah

Now this mountain I must climb
Feels like a world upon my shoulders
And through the clouds I see love shine
It keeps me warm as life grows colder

In my life there's been heartache and pain
I don't know if I can face it again
Can't stop now, I've traveled so far
To change this lonely life

I wanna know what love is
I want you to show me
I wanna feel what love is
I know you can show me
Aaaah woah-oh-ooh

I'm gonna take a little time
A little time to look around me, oooh ooh-ooh ooh-ooh oooh
I've got nowhere left to hide
It looks like love has finally found me

Let's talk about love
(I wanna know what love is) the love that you feel inside
(I want you to show me) I'm feeling so much love
(I wanna feel what love is) no, you just cannot hide
(I know you can show me) yeah, woah-oh-ooh
I wanna know what love is, let's talk about love
(I want you to show me) I wanna feel it too
(I wanna feel what love is) I wanna feel it too
And I know, and I know, I know you can show me
Show me what is real, woah (woah), yeah I know
(I wanna know what love is) hey I wanna know what love
(I want you to show me), I wanna know, I wanna know, want know
(I wanna feel what love is), hey I wanna feel, love
I know you can show me, yeah



Senin, 07 Maret 2011

Kupu-kupu Itu

Jika waktu adalah kupu-kupu, sudah lelah hatinya melanglang setiap sudut bumi. Sampai waktunya untuk berhenti. Dia menyadari kalau tidak semua cinta layak diperjuangkan.

Kupu-kupu yang tadinya indah itu lama-lama layu. Terlalu letih untuk terbang tinggi. terlalu banyak kepakan sia-sia. Dihargai hanya dengan sebuah hampa. Angin lalu dan tak berharga. Layu, lantas mati.

RIP. Kupu-kupu itu telah mati. Tapi ia bahagia. Karena kamatian telah membuatnya menemukan surga. Tiada lagi sakit, air mata ataupun amarah.

Dan kini, hanya taman yang tertinggal dalam hampa. Kering tak berwarna. Untungnya.. masih tersisa kupu-kupu kecil di sana. Yang akan mngepakkan sayapnya dengan lebih indah. Dan yang akan belajar untuk tidak mengepakkan sayap dengan sia - sia.

Kupu-kupu kecil terbanglah, indahkan lagi dunia. Jangan pernah bosan dan putus asa. Percayalah, suatu saat akan tiba waktunya. Kan kau peroleh surga tanpa harus terlebih dahulu menutup mata. Terbanglah, kepakkan sayapmu. Dan tumbuhlah lebih indah  :)

Balikpapan, 7 Maret 2011

Minggu, 06 Maret 2011

Do You believe with Karma? I Do


Kebohongan, apapun alasannya tetaplah sebuah kebohongan.
Kepalsuan, apapun topeng dan bentuknya tetaplah sebuah kepalsuan.
Penipuan, apapun dalih dan caranya tetaplah sebuah penipuan.

Dan seburuk-buruknya penipu adalah yang tidak pernah menyadari perbuatannya apalagi untuk meminta maaf.

Karena dosa kepada Tuhan bisa langsung meminta maaf pada-NYA. Tetapi, dosa kepada sesama manusia hanya bisa dimaafkan oleh manusia.

Tuhan memang Maha Pengasih dan Pengampun. Tetapi apakah semua manusia bisa? Apalagi kalau itu sudah menyangkut harga diri..
Manusia bukanlah Tuhan..
Memaafkan tidak berarti melupakan, tetapi hanya belajar berdamai dengan keadaan...

Percayalah, kalau karma itu ada dan berlaku. Kebaikan akan mendatangkan kebaikan. Keburukan akan dibalas dengan keburukan. Mungkin tidak sekarang, saat ini. Tetapi nanti dan itu pasti.

Mulai perbaiki diri. Jangan pernah menyakiti, kalau tidak ingin disakiti. Jangan pernah merendahkan orang, kalau tidak ingin direndahkan. Jangan pernah menipu kalau tidak mau ditipu, etc

*instrospeksi*

Balikpapan, 6 Maret 2011

Kunanti Kau di.. Galaksi Cinta


Lelah berkelana di antariksa raya. Letih mencari di ribuan galaksi. Di antara milyaran bintang dan ribuan galaksi, di manakah dirimu bersembunyi?

Apakah kau ada di dekatku di Bimasakti? Di Andromeda, Pegasus atau Sagitarius? atau di Orion, Scorpio atau Libra? Virgo, Lyra atau Vella?

Tak harus bintang yang paling terang. Cukup sebuah bintang yang mampu membuatku teduh. Tak butuh bintang yang mengikuti ke manapun aku pergi. Tapi sebuah bintang yang membuatku nyaman untuk kembali. Bukan bintang yang sempurna. Cukup bintang yang membuat hidupku terasa sempurna hanya dengan kehadirannya. Sebuah bintang yang akan meminjamiku pundak dan tangannya ketika aku jatuh. Sebuah bintang yang akan meminjamkan telinganya ketika aku ingin berkeluh kesah. Bukan bintang yang malah berbalik arah dan memberiku punggung di saat aku sangat lemah. Dan bahkan malah menaruh curiga dan prasangka.

Aku menantikan jiwaku yang terbelah sejak lama. Bersama jutaan jiwa lain yang juga sedang melakukan hal yang sama. Bersemedi, bertafakur, membentuk saf dan bertawaf dalam lingkaran purba. Ku nanti kamu di.. Galaksi Cinta.

(inspired from Galaksi Kinanthi by: Tasaro)
Balikpapan, 6 Maret 2011

Minggu, 20 Februari 2011

Flowers

Ia memang tak secantik mawar ataupun seharum melati. Ia tak selembut camomile ataupun seindah anggrek.
Tak selangka Raflesia arnoldi ataupun setinggi Edelweis dapat diraih. 

Bukan bunga matahari yang selalu berubah arah mengikuti arah di mana matahari berada.
Tak seperti bunga di pinggir jalan yang bisa dengan mudah dipetik dan dihisap sarinya oleh kumbang-kumbang yang berkeliaran.

Tak mirip bunga-bunga di toko bunga, yang semahal apapun dipajang untuk dijual dan dapat dibeli.
Kerasnya hidup telah membuatnya tegar. Jadilah seperti teratai yang bisa tetap hidup dan bangkit, sedalam apapun ia jatuh sepahit apapun ia hidup.

Balikpapan, 20 Februari 2011

Minggu, 06 Februari 2011

Terapi itu Bernama “Tamparan”

Tanpa sadar, seringkali kita mengeluh. Masalah ini itu, mengapa begini mengapa begitu. Tanpa sadar, sering pula kita mencari alasan dan pembenaran. Untuk membenarkan kesalahan, tindakan dan ketidak dewasaan perilaku kita sendiri. Mencari celah untuk menyalahkan orang lain, lingkungan, keadaan, situasi, tempat, jarak, waktu, dsb. Tanpa pernah mencoba melihat ke dalam “apa yang salah dengan diri kita sendiri?” Ego dan emosi menghalangi kita untuk berpikir jernih dan terbuka. 

Ketika kesadaran itu menyeruak tiba-tiba. Rasanya seperti “ditampar”. Rasanya seperti ada sebuah cermin besar muncul di hadapanku. Sosok dalam cermin terus berteriak-teriak kepadaku

“Haloo.. kamu siapa”, tanya sosok di cermin.
“Kamu bertanya padaku”, tanyaku.
“Iya, kamu. memang siapa lagi?”, sosok itu kembali berkata
“Saya Erry. Chaeriwati”, jawabku.
“Itu hanyalah nama yang diberikan orang tuamu kepadamu. Tanpa itu, kamu siapa?”, cecarnya lagi.
“Saya seorang perempuan berusia 29 tahun, keturunan Jawa, lahir dan besar di Jakarta dan berkebangsaan Indonesia.” Uraiku.
“Itu semua adalah akibat dari kelahiranmu, tetapi siapa sebenarnya dirimu”, sosok dalam cermin semakin memburu.
“Aku adalah perempuan cerdas, mandiri dan percaya diri. Aku memang tak sempurna, tetapi aku selalu belajar memperbaiki diri ” belaku.
“itu kan hanya katamu. Apa benar kau seperti itu? kalau semuanya salah apa dan siapakah sebenarnya kamu?” tanyanya semakin menjadi.
“Aku… siapa ?? aku kehabisan kata-kata.
“Siapakah aku?” sebuah pertanyaan yang terkesan simple, tetapi belum mampu kujawab dengan memuaskan saat ini. seribu tanya menyeruak tiba-tiba. “Siapa aku? untuk apa aku hidup? Kenapa… dan sebagainya”. 
 “Kalau kamu masih tak mengenali dirimu sendiri, bagaimana bisa kau mengenali dan menilai orang lain? Baik dan buruknya. Salah dan benarnya. Kenapa kau selalu saja mempersalahkan hal lain di luar dirimu sendiri? Apakah kau sudah merasa paling benar dan sempurna hingga berani mau mengambil sifat Tuhan?” sindirnya.
“Aku..tentu saja tidak. Aku tidak pantas melakukan itu. Tuhan adalah Sang Segala, sedang aku bukan apa-apa”, sanggahku.
“Kalau kamu menyadari itu, kenapa kau selalu mengeluh sampai lupa bersukur akan semua hal yang telah kau terima? Apakah hanya karena kesakitan sementara membuatmu menafikan nikmat-NYA yang lain?” cecarnya.
“Aku…..” aku kehilangan kata-kata.

PLAKK!! PLAKK!! Rasanya seperti ditampar bolak balik.

Aku jadi tersadar kalau selama ini tanpa kusadari aku sudah terlalu banyak mengeluh. Mendramatisir keadaan. Kesakitan itu bukan hanya karena kesakitan itu sendiri. tetapi karena aku membiarkannya, bahkan memelihara dan membuatnya sendiri. Tanpa kusadari aku telah menjadi orang  yang sebenarnya aku sendiri tidak menyukainya. Tanpa sadar, aku menjadi makhluk pengeluh, egois, lebay, queen of the drama, cengeng, persistent, dan tidak bisa menjaga kata, dsb. Menyebalkan memang saat menyadari kalau aku ternyata semenyebalkan itu. Damn!!!

PLAKKK!! PLAKK!! PLAAKK!! Lagi-lagi serasa seperti ditampar.

Kebenaran memang terkadang menyakitkan. Tetapi tamparan itu mampu membangunkanku dari mimpi, khayal dan imaginasi yang kubuat sendiri. Membuatku mau keluar dari labirin yang kubuat sendiri. Membuatku ingin menyembuhkan luka yang kubuat sendiri. Ternyata aku masih belum mengenali diriku sendiri. Kesakitan sementara ini telah tanpa sadar membuat aku lupa bersyukur atas semua anugerah yang telah Dia beri. Aku tenggelam dalam labirin yang kubuat sendiri, berasyik masyuk dalam derita yang kubuat sendiri.

Aku sering berkata akan meninggalkan masa lalu di belakang dan tidak mengingatnya lagi. Tetapi nyatanya, beban dan luka itu masih dengan suka rela kubawa pergi. Padahal, bisa saja aku meninggalkannya dan bersikap tak perduli.  Aku tahu, kalau memaafkan orang lain (dan diri sendiri) itu juga berarti menyembuhkan diri sendiri. Tetapi faktanya, tak semudah itu aku bisa melupakan semuanya. Walaupun sama sekali tak pernah ada benci apalagi dendam. Tetapi sakit itu tetap ada, dan aku dengan naïf memilih untuk membiarkannya ada dan bersarang. Meracuni hati, merusak diri.

Aku lupa kalau Tuhan telah memberikanku banyak sekali hal, termasuk juga kapasitas dan kemampuan diri. Aku belum memanfaatkannya dengan penuh dan sebenarnya. Aku belum mengenali diri sendiri. Tanpa sadar pula aku telah menghina Tuhan yang telah mencipta dan memberiku semua ini.

Astagfirullah al Adziim…..

Hanya itu yang bisa kuucapkan. Karena yang lain Kau Maha Tahu apa yang ada di dalam hatiku kan, Tuhan?

Aku sering meminta kepada Tuhan, agar aku diberikan yang terbaik buatku menurut-Nya, yang bisa membuatku menjadi hamba-Nya yang lebih baik. Tetapi ketika kesakitan datang menyapa, aku tak menyadari kalau bisa jadi ini adalah jalan dan petunjuk-Nya. Bisa jadi ini adalah salah satu cara-Nya agar aku menjadi lebih baik. Kalau ini adalah yang terbaik buatku dan semuanya. Agar aku menjadi lebih baik, menjadi lebih siap dan lebih pantas untuk hal-hal baik yang menantiku di ujung jalan sana.

Hidup memang tak sempurna seperti semua hal di dalamnya. Tak ada manusia yang sempurna, tak ada persahabatan yang sempurna, tak ada hubungan yang sempurna, tak ada tempat yang sempurna. Sebagai entitas yang tak sempurna, yang bisa kulakukan hanya terus berupaya untuk menjadi lebih baik.

“ Tuhan, aku mohon bantu aku untuk menjadi manusia yang lebih baik dan tak lupa bersyukur. Bantu aku mengikis habis segala penyakit yang menjangkiti hatiku. Aku baik-baik saja. Aku bahagia, sehat, menarik dan sejahtera. Dan semoga ini tak lagi-lagi jadi sebuah retorika tanpa makna.” Amiin..

Balikpapan, 6 Februari 2011

Untuk seorang sahabat. Terimakasih. Thanks you so much sudah mengingatkan, walaupun serasa “ditampar”. He3x :D but, I’ll be fine. Mohon doa dan supportnya. Thanks you for being my best friend ^^