Senin, 09 November 2009

Salam Rindu Untukmu di Surga


8 November 1987

Hari itu, langit kelabu. Matahari bersembunyi malu-malu. Hujan rintik-rintik mengiringi kepergianmu. Setelah beberapa waktu berjuang, akhirnya kanker dengan ganas merenggutmu dari keluargamu. Juga dari sisiku, ibu.

Waktu itu, aku masih terlalu kecil untuk tahu apa itu kanker. Apa itu leukemia. Apa itu kemotheraphy. Apa itu operasi. Saat itu, aku hanyalah seorang anak kecil yang cerewet, sok tahu dan keras kepala. Tetapi kau tetap sabar menghadapiku. Aku yang egois. Aku yang keras kepala. Teringat aku pada peristiwa dulu. Ketika sikap sok tahu dan kekeraskepalaanku membuahkan sebuah “bencana” di kamarmu. Yang bahkan kalau kuingat sekarang membuatku takut pada diriku sendiri. Ternyata, jauh di dalam diriku, aku punya bakat untuk berbuat “di luar batas”. Tapi itu terjadi jauh di masa lalu. Saat itu, kau masih ada disisiku, ibu.

Masih teringat jelas di kepalaku, saat terakhir kau selalu berkata ingin pulang. Dan kami semua berpikir kalau kau ingin pulang ke tanah kelahiranmu. Akan tetapi, ternyata, kau malah pulang kepada-Nya. Tuhan memanggilmu begitu cepat. Mungkin karena Dia begitu mencintaimu, ibu.

Hari ini, kumasih di sini. Di dunia fana yang telah kau tinggalkan. Di tengah berbagai coba dan warna kehidupan. Hingga detik ini, kumasih selalu teringat padamu. Bukan hanya karena kau telah melahirkan dan membesarkanku. Bukan hanya karena kau telah memberikan aku hidup dan cintamu. Bukan hanya karena kau telah mengajarkan kebahagiaan, kebijaksanaan dan cinta. Tetapi karena semuanya. Tak kan mampu kumenghitungnya.

Ibu, ku’kan selalu berdo’a semoga kau bahagia di surga sana. Ibu, kumohon restui anakmu, semoga tetap tabah dalam berjuang menempuh usia.

I luv U Mom, more more and …forever more


Bunda – Melly Goeslaw


Kubuka Album Biru
Penuh Debu dan Usang
ku Pandangi Semua Gambar Diri
Kecil Bersih Belum Ternoda

Pikirkupun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Reff Melly Goeslaw
Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Dtimang

Nada Nada Yang Indah
Slalu Terurai Darinya
Tangisan Nakal Dari Bibirku
Takkan Jadi Deritanya

Tangan Halus dan Suci

Tlah Mengangkat Diri Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan

Back To Reff

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Slalu Ada Di Dalam Hatiku


Palangkaraya, 8 November 2009

0 komentar:

Poskan Komentar