Senin, 03 Januari 2011

The Distance: Science Theory and Human Relationship *


Jarak, sesuatu hal yang seringkali menjadi faktor penghambat suatu hubungan dan interaksi, apapun itu. Baik itu hubungan kekerabatan, persahabatan, bisnis ataupun yang sifatnya personal. 

Dalam ilmu fisika, dikenal adanya gaya tarik (gravitasi). Konsep gaya memberikan gambaran kuantitatif tentang interaksi antara 2 benda atau antara benda dengan lingkungannya. Hukum Gravitasi Universal Newton mengatakan kalau gaya gravitasi (gaya tarik) berbanding terbalik dengan jarak.

F = G M1M2/r2

Dimana :
F = Gaya Gravitasi
G = konstanta gravitasi
M1, M2 = massa dari 2 benda
r = jarak antara 2 benda

Dalam bentuk lain, persamaan yang mirip terjadi pada gaya listrik. Berdasarkan hukum Coloumb, besarnya gaya listrik juga berbanding terbalik dengan jarak antara dua muatan.

F = k Q1Q2/r2

Dimana :
F = Gaya Listrik
k = konstanta coloumb
Q1, Q2 = muatan 2 buah benda
r = jarak antara 2 muatan

Konsep yang hampir mirip juga diaplikasikan dalam ilmu ekonomi regional dan geografi (Teori WJ Reilly), dimana interaksi dua daerah berbanding terbalik dengan jarak antara dua daerah tersebut

I = k P1P2/r2

Dimana :
I = Interaksi antara 2 wilayah
k = konstanta
P1, P2 = jumlah penduduk dua wilayah
r = jarak mutlak antara 2 wilayah

Interaksi ialah hubungan imbal balik antara pihak-pihak tertentu, antara orang perseorangan dengan orang perseorangan, antara perseorangan dengan kelompok, atau dari tanggapan antarmanusia. Berinteraksi merupakan kebutuhan setiap manusia dan juga merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Tanpa adanya interaksi, tidak mungkin ada kehidupan bersama.

Dari sini, intinya adalah interaksi antara dua hal (benda, daerah, muatan, etc) berbanding terbalik dengan jarak diantaranya. Semakin besar jarak, akan semakin kecil interaksi dan gaya yang terjadi, begitupun sebaliknya. Dan ini juga berlaku dalam hal hubungan antar manusia (human relationship). Tak bisa dipungkiri, kalau jarak merupakan faktor penghambat dari suatu interaksi dan hubungan antar manusia (human relationship). Karena adanya jarak, interaksi menjadi lebih sulit. Hukum geografi yang dikemukakan oleh Tobler (1979) menyatakan bahwa: “Segala sesuatu berhubungan dengan yang lainnya, dan sesuatu yang berdekatan lebih erat hubungannya dibandingkan dengan sesuatu yang berjauhan”.

Memang, saat ini adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi cukup membuat jarak dan waktu seakan tiada. Tetapi, tetap saja teknologi hanya membuatnya “seakan” tiada, tetapi tidak bisa sama sekali “meniadakan”. Karena mau tidak mau jarak itu tetap ada dan tetap ada efeknya. Apalagi dalam human relationship. Ada hal-hal yang belum bisa digantikan dari komunikasi langsung, tatap muka, tatap mata, gesture, body language, etc. Padahal hal tersebut sangat penting dalam sebuah hubungan antar manusia. Karena manusia bukanlah benda mati. karena manusia tidaklah stagnan dan mudah ditebak atau diprediksi.

Sebuah komunikasi tak langsung dan “berjarak” umumnya mengutamakan penggunaan kata. Sementara kata-kata sendiri bisa bermakna ganda. A word could have so many meanings that could makes misinterpretation, miscommunication.

Bukan berarti jarak membuat semuanya menjadi tak mungkin. Hanya saja adanya jarak membuat effort (usaha) yang dibutuhkan untuk sebuah interaksi menjadi lebih besar.

Dalam ilmu fisika, usaha sebagai Fungsi Gaya dan perpindahan. Jika sebuah benda menempuh jarak sejauh S akibat gaya F yang bekerja pada benda tersebut maka dikatakan gaya itu melakukan usaha, dimana arah gaya F harus sejajar dengan arah jarak tempuh S. Usaha adalah hasil kali (dot product) antara gaya dan jarak yang ditempuh.
W = F S = |F| |S| cos 
 = sudut antara F dan arah gerak

Jarak berbanding terbalik dengan interaksi, dan sebaliknya jarak berbanding lurus dengan usaha. Semakin besar jarak, akan semakin besar usaha (effort) yang dibutuhkan. Tetapi ini tidak berarti tak mungkin berinteraksi jarak jauh, kemajuan tekonologi semakin bisa menutupi kekurangan interaksi jarak jauh, yang terpenting adalah bagaimana memperkecil pengaruh faktor jarak tersebut. Kalau dalam gaya gravitasi ada massa 2 benda (M1, M2). Kalau dalam gaya listrik ada muatan 2 benda (Q1, Q2). Untuk memperbesar gaya (interaksi), dibutuhkan besaran M1, M2 atau Q1, Q2 yang lebih besar. sehingga dengan jarak yang sama, gaya dan interaksi yang terjadi akan semakin besar. Walaupun dengan konsekuensi dibutuhkan usaha yang lebih besar pula.

Dalam kaitannya dengan human relationship, besaran M1, M2 atau Q1,Q2 mungkin bisa diumpamakan dengan niat, tekad dan kemauan. Seberapa besar dan seberapa kuat keinginan kita untuk tetap “berinteraksi”? seberapa butuhnya kita akan interaksi tersebut. Karena walaupun jarak dekat atau tanpa jarak sekalipun, kalau variable ini kecil, bahkan tidak ada akan sama saja. Interaksi dan gaya yang terjadi tetaplah nol. Yang jadi pertanyaan adalah maukah kita? seberapa besar keinginan kita?

Pontianak, 3 Januari 2011

*tulisan ini bukanlah sebuah tulisan ilmiah yang belum bisa dipertanggung jawabkan keshahihannya. Qiqiqi :D *

0 komentar:

Poskan Komentar