Minggu, 01 Juli 2012

Gembel Traveler. Day 11. Beautiful Landscape and Lady Boy at Phuket


Hari itu kami menyewa kendaraan seharga 800 baht untuk bekeliling Phuket seharian. Karena pulau ini terlalu besar dengan kontur berkukit untuk dikelilingi dalam satu hari hanya dengan berjalan kaki. Sebenarnya dari Phuket kita bisa melakukan hopping island ke Surin Islands National Park atau Similan Islands National Park. Akan tetapi karena cuaca yang sedang tidak bagus dan selain itu kami juga sudah cukup puas bersnorkling ria di Krabi sebelumnya, kami memutuskan untuk sight seing.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Kata dan Karon Beach. Dua pantai ini adalah pantai yang jadi tujuan wisata utama selain Patong Beach. Di pantai ini juga banyak terdapat akomodasi dan sarana penunjang untuk wisatawan lainnya. Hanya saja, hotel di daerah ini umumnya lebih mahal daripada di area Patong Beach yang jadi pusat backpacker. Saat kami ke sana, pantai ramai dengan pengunjung.

Setelah puas mengambil gambar, kami melanjutkan perjalanan menuju View Point dan Phromtep cape. Dari tempat ini kita bisa melihat pemandangan phuket dan sekitarnya, terutama lautnya. It’s so breath taking. Dari ketinggian seperti ini kita bisa melihat laut andaman yang berwarna hijau tosca menghampar luas dan indah. Kalau kita ke Phromtep cape di sore hari, sunset di tempat ini terkenal dengan keindahannya.
Selanjutnya kami menuju ke Big Buddha yang terletak di atas bukit. Dari tempat ini kita juga bisa melihat pemandangan Phuket dari ketinggian, terutama area daratnya. Saat ini Big Buddha masih dalam proses pembangunan, dan rencananya akan menjadi salah satu patung Buddha terbesar di Thailand.

Destinasi selanjutnya adalah Wat Chalong. Wat chalong adalah komplek kuil Buddha yang luas dan terdiri dari berbagai bangunan. Masing-masing bangunan dihias dengan ornamen dan warna warni cerah khas Thailand.

Selama berkeliling Thailand, tak lupa kami mencicipi makanan khas di sini, mulai dari papaya salad, Tom Yum Gung, Pad Thai (Thai Styles Fried Noodles), Kai Med Ma Chuang (Cicken With Cashew Nut), Khao Pad (Fried Rice), dan entah apa lagi (saya lupa namanya). Ciri khas makanan Thailand adalah asam dan pedas. Mulai dari salad, ikan, hingga makanan berkuang semacam sup dan Tom Yum Gung. Secara umum, makanna di Thailand mantap rasanya. Puas berkeliling Phuket, kami kembali ke hotel untuk istirahat dan bersiap-siap karena malam itu kami akan menonton pertunjukan Simon Cabaret.

Simon Cabaret ini adalah pertunjukan kabaret yang menampilkan para wanita transgender (lady boy). Hiburan semacam ini memang marak di Thailand. Dan wanita transgender banyak ditemui di negara ini. Kami dijemput sekitar jam 6 di hotel. Pertunjukan memang baru dimulai sekitar jam 7 malam. akan tetapi setiap jeda antar pertunjukan, biasanya para lady boy ini akan keluar bangunan dan memberi kesempatan pada para pengunjung untuk berfoto bersama dan mengambil foto mereka.

Antara terpana, bengong, kagum sekaligus iri begitu saya melihat para lady boy yang muncul di pelataran parkir. Gila, cantik cantik dan sexy sekalee. Para lady boy yang berjumlah puluhan ini benar-benar membuat para pengunjung terpesona dan terpana dengan kecantikan dan keseksian mereka. Jangankan bagi para pengunjung pria yang terpana, kaum wanita pun dibuat iri pada mereka. Tinggi, ramping, kulit mulus, body sexy. Hampir mau koprol sambil bilang wow *lebay.com*. Kalau gak ada yang bilang mereka itu asalnya pria, hampir gak percaya rasanya kalau mereka bukan perempuan asli. Sumpah, jadi minder rasanya. Apalagi saat kami foto bersama para lady boy, oo rasanya kami jadi kebanting berada di tengah-tengah mereka. Perempuan beneran kalah cantik dan sexy sama lady boy :D Banyak pengunjung yang berfoto bersama para lady boy dengan pose pose unik, aneh sampai ‘mesum’. Wuakkak :D Para lady boy ini akan dengan senang hati melayani berfoto bersama.

Para lady boy yang cantik dan sexy juga sangat mengenal uang permisah, soalnya mereka akan meminta uang pada para pengunjung yang mengambil foto ataupun berfoto bersama mereka. Kalau dihitung-hitung banyak juga ya penghasilan mereka hanya dari tip semacam ini. Tertarik jadi lady boy? 

Berdasarkan informasi beberapa teman, para lady boy ini memang membutuhkan usaha, biaya dan keberanian besar untuk menjadi seperti itu. Karena banyak hal yang harus mereka lakukan, mulai dari suntik hormon rutin untuk mencegah jakun, bulu-bulu tubuh dan ciri-ciri lelaki lainnya muncul ke permukaan sampai operasi kelamin. Menurut teman  saya yang kuliah di Fakultas Kedokteran, operasi kelamin itu sangat menyakitkan loh. Jadi merinding denger ceritanya soal step by step operasi kelamin ini. Hanya orang-orang yang sudah benar-benar ingin jadi wanita dan siap lahir batin yang akan melakukan operasi ini. Karena sekali kelamin sudah operasi, selamanya tidak akan lagi bisa menjadi laki-laki normal. Rasa sakit, treatment dan biaya untuk pasca operasi yang dilakukan seumur hiduppun santgat besar. Jadi wajar saja kalau para lady boy di pertujukan giat mengumpulkan uang, karena untuk jadi seperti itu dan mempertahankannya sangat mahal.

Jam 7 malam, pertunjukan kabaret dimulai. Pertunjukan dilakukan di dalam panggung di dalam gedung. Selama satu setengah jam, para penonton dimanjakan dengan banyak atraksi tarian, nyanyian dan kostum dengan warna warni menarik. Mulai dari tarian daerah beberapa negara di dunia, burlesque ala cher, barbie girl dan macam-macam lainnya. Sayangnya, penggunaan kamera, video dan semacamnya dilarang selama pertunjukan berlangsung. Jadi kami tidak bisa mengabadikan moment tersebut. Padahal kalau difoto, kebayang meriah dan warna warninya foto yang akan dihasilkan. Secara keseluruhan, pertunjukan ini sangat menarik dan menghibur. Karena para lady boy yang tidak hanya mengandalkan penampilan fisik dan kostum, mereka juga pandai menari.

Setelah pertunjukan usai dan kembali sesi foto-foto di luar gedung dengan para lady boy, kami diantar kembali ke hotel. Membawa kekaguman sekaligus sedikit rasa iri terhadap para lady boy. Kami langsung packing-packing karena pesawat kami menuju Bangkok berangkat besok pagi.

0 komentar:

Posting Komentar