Senin, 07 Maret 2011

Kupu-kupu Itu

Jika waktu adalah kupu-kupu, sudah lelah hatinya melanglang setiap sudut bumi. Sampai waktunya untuk berhenti. Dia menyadari kalau tidak semua cinta layak diperjuangkan.

Kupu-kupu yang tadinya indah itu lama-lama layu. Terlalu letih untuk terbang tinggi. terlalu banyak kepakan sia-sia. Dihargai hanya dengan sebuah hampa. Angin lalu dan tak berharga. Layu, lantas mati.

RIP. Kupu-kupu itu telah mati. Tapi ia bahagia. Karena kamatian telah membuatnya menemukan surga. Tiada lagi sakit, air mata ataupun amarah.

Dan kini, hanya taman yang tertinggal dalam hampa. Kering tak berwarna. Untungnya.. masih tersisa kupu-kupu kecil di sana. Yang akan mngepakkan sayapnya dengan lebih indah. Dan yang akan belajar untuk tidak mengepakkan sayap dengan sia - sia.

Kupu-kupu kecil terbanglah, indahkan lagi dunia. Jangan pernah bosan dan putus asa. Percayalah, suatu saat akan tiba waktunya. Kan kau peroleh surga tanpa harus terlebih dahulu menutup mata. Terbanglah, kepakkan sayapmu. Dan tumbuhlah lebih indah  :)

Balikpapan, 7 Maret 2011

2 komentar:

yudi's mengatakan...

kupu-kupu,mengingatkanku pada seseorang...
puisi yang sangat indah

erry mengatakan...

tq yudi.. :)

Posting Komentar