Selasa, 26 Januari 2010

Biar Saja


Tanpa sadar, setiap kubangun di pagi hari, namamu langsung muncul di memori. Tanpa mau, hanya karena kudengar namamu hatiku menari. Tanpa ragu, telah terukir sosokmu di ruang hati. Tanpa kata, tanpa bicara.

Diam. Bisu. Gagu.

Kukunci semua rasa ini jauh di dalam hati. Takkan kubiarkan muncul lagi. Ku tak mau disakiti. Pun tak mau menyakiti. Bimbang. Gamang. Terjebak antara dua masa. Lalu dan kini. Biar hilang terbawa angin. Biar pupus tergerus masa. Kubunuh rasa. Kuabaikan tanya. Biar mati tak bertanda. Biarkan saja. Biarkan mengalir apa adanya. Hanya waktu yang akan menjawabnya. Kan kuserahkan semua hanya kepada-NYA. Tuhan Sang Maha Segala.

Palangkaraya, 25 Januari 2010

0 komentar:

Poskan Komentar