Senin, 04 Januari 2010

Sederhana


Ku tak pernah tahu kenapa dulu kuterpaku pada sosokmu. Kau tak tampan, tapi sederhana. Kau tak kaya, tapi sederhana. Kau tak terlalu cerdas, hanya sederhana. Apalagi kau bukan pujangga, hanya kata sederhana. Tapi idealismemu tak sederhana. Sekokoh karang di lautan. Mimpimu tak sederhana. Setinggi bintang di angkasa. Keras, tak dapat kuhancurkan. Tinggi, tak dapat kujangkau.

Kuingin jadi pendukung utamamu dalam mraih mimpi. Walaupun mungkin ku tak pernah jadi bagian dari mimpimu. Kuingin jadi kekuatanmu. Walaupun mungkin kau tak butuh aku. Karena bahagiamu adalah juga bahagiaku. Walaupun itu berarti bukan bersamaku. Oleh karenanya kulepaskan kamu demi mimpi-mimpimu. Dan itu juga berarti melepaskan diriku sendiri dari semua bayang dan harap akanmu.

Doaku semoga sukses dan bahagia selalu bersamamu di seberang samudra sana dan dmana saja. Dan aku, disini. Kan kujalani hidupku sendiri. Meraih mimpiku sendiri. Menggapai cita dan cintaku sendiri. Jalan hidupku sendiri. Soal apa yang akan terjadi nanti, biar waktu yang berbicara. Karena seperti katamu, kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.

catatan untuk seorang sahabat. 


3 Januari 2010

0 komentar:

Posting Komentar