Jumat, 11 Juli 2008

Rahasia Meede By : ES Ito


Bintang empat. Cukup bagus, apalagi buat ukuran ala pengarang Indonesia. Bukannya bermaksud merendahkan hasil karya pengarang lokal, tetapi emang jarang sekalia ada novel semacam ini yang lahir dari buah karya novelis Indonesia. 

Cerita yang tidak mudah ditebak dan alur yang bikin penasaran. Dan satu hal, novel ini membuka mata saya akan 'kebutaan' saya terhadap sejarah. Seperti hampir sebagian besar generasi MTV di Jakarta yang ngaku gaul dan tidak gagap teknologi, tetapi malah gagap sejarah bangsanya sendiri. Seperti tertohok.


Adakah guru sejarah yang seperti guru uban?? Karena sejak saya es de sampe kuliah. Yang namanya guru sejarah rata-rata hanya penghapal textbook. Mereka tak pernah menjelaskan latar belakang apalagi makna dari sebuah peristiwa. Mereka hanya meracaukan kata-kata yang sudah ada dalam buku dan kurikulum. Membuat pelajaran sejarah menjadi sebuah episode membosankan yang membuatku tertidur di tengah pelajaran.

Tetapi sayangnya, walaupun beberapa pihak mengatakan sang pengarang adalah 'Dan Brownnya Indonesia'. Tetapi menurut saya tidaklah demikian. memang tulisannya cukup bagus. Akan tetapi belumlah bisa disejajarkan dengan para maestro dunia. Ada beberapa plot yang menurut saya terlalu dipaksakan (emas monas misalnya). Dan cerita yang 'menurut saya 'kurang berani' dipaparkan sang penulis. Apakah itu karena pengarang adalah orang Indonesia? yang terlalu terikat pada budaya timur, 'euweh pakeweuh'kalo orang jawa bilang. Padahal saya mengharapkan sesuatu yang lebih 'berani'. Sesuatu yang lebih kontroversial seperti 'cawan suci' dan Maria Magdalena dalam The Da Vincy Code-nya Brown. 

Seperti umumnya novel sejenis. akhirnya selalu sama. Misteri tetaplah jadi misteri yang tak terungkap. Tapi ini sangat wajar karena memang jarang ada pengarang yang 'terlalu gila'untuk membuka semua misteri. Kalau memang yang jadi misteri itu sebenarnya ada. 

Walaupun belum bisa dikatakan sebagai novel sejarah. Tetapi cukuplah untuk menarik minat 'kaum buta sejarah' seperti saya untuk membuka kembali buku-buku sejarah. Walaupun belum sekelas Dan Brown, cukuplah menjadi 'adik kelas Brown'. Karena kita tidak akan pernah tahu, apakah 'sang adik' akan mengikuti jejak seniornya, tenggelam dalam bayangannya, tertinggal jauh di belakang ataukah melampaui sang senior. Karena semua itu tergantung kepada sang adik sendiri serta lingkungan yang mendukungnya. Secara umum, saya cuma bisa bilang. ini adalah novel yang layak dibaca, terutama buat anda penggila thriler sejarah, dan konspirasi.

Semangat buat sang penulis!! Semoga ke depannya bisa bikin karya yang lebih baik lagi.

0 komentar:

Posting Komentar