Minggu, 12 Desember 2010

Menepuk Udara


Seperti menepuk udara, hampa.
Seperti berharap pada angin lalu. Sia-sia.
Seperti berbisik pada sepoi, tiada.

Saat suara-suara bergaung tanpa arah.
Mengggeser arti dan makna dari kata-kata.
Semua terpantul oleh dinding tebal tak bernyawa.

Dan aku terdampar dalam gelisah.
Terperangkap dalam sepi yang nyata.
Ketika kata memiliki terlalu banyak makna.
Dan ku tak tahu harus bagaimana.

Badai datang tiba-tiba.
Memporak-porandakan semuanya.
Kini tinggal aku sendiri dalam hampa.
Dalam rindu tak terkata....

12122010

0 komentar:

Posting Komentar