Senin, 02 November 2015

Flash back : Pengalaman Pertama si Norak Naik Pesawat

Sejak kecil, saya sudah bermimpi untuk bisa keliling Indonesia Dan dunia. Walaupun saat itu hanya sekedar mimpi anak kecil. Tanpa dasar dan tak terpikir biaya.

Karena berasal dari keluarga yang ekonominya biasa saja, bahkan sampai lulus kuliah, tempat terjauh yang pernah saya datangi adalah Pekalongan, karena itu adalah kota asal orangtua. Selebihnya adalah Bogor. Itu juga  karena saya kuliah di sana.

Baru pada tahun 2005, tak lama setelah diterima bekerja di sebuah perusahaan telco asal German, saya memulai perjalanan keluar dari tempurung. Horee...

Sekitar Des 2005, saya dikirim ke Surabaya. Perjalanan dengan pesawat terbang pertama saya. Seperti layaknya orang yang baru pertama kali naik pesawat, banyak kejadian norak yang terjadi. Mulai dari bangun kesiangan, kena macet di jalan karena ada kecelakaan di jalan tol, hingga hampir ketinggalan pesawat, bagasi yang tak bisa lagi masuk pesawat karena sudah ditutup, gunting yang terbawa di tas kabin sehingga harus dibongkar untuk dikeluarkan. Dan parahnya lagi boarding pass, hp dan dompet saya terbawa teman yang dengan tenangnya boarding duluan dan meninggalkan saya yang tertahan di belakang tanpa boarding pass n kartu identitas. Oh NO :(

Drama selanjutnya ketika saya sempat diintetogasi petugas karena tidak membawa boarding pass Dan kartu identitas. Walaupun akhirnya petugas maskapai percaya kalau saya benar penumpang mereka dan akhirnya diijinkan masuk gate, drama selanjutnya dimulai. Karena ternyata pesawat sudah mulai berjalan dan meninggalkan garbarata. Akhirnya saya pun diantar menggunakan kendaraan bandara untuk mengejar pesawat. Mengejar di sini bukanlah sebuah kata kiasan semata, akan tetapi memang kami mengejar pesawat yang sudah berjalan dan siap take off. Serasa di adegan film action ketika sang jagoan mengejar penjahat yang mau kabur atau jadi seperti film drama ketika sang tokoh mengejar cintanya yang hendak pergi jauh untuk menyatakan cinta. Ciee..

Jika dipikir sekarang, untung waktu itu menggunakan maskapai Garuda, jika menggunakan maskapai yang lain, apalagi jika  si lie air, pastinya  sudah di tinggal pesawat begitu saja.

Setelah adegan kejar kejaran dengan pesawat, akhirnya Mobil yang kami tumpangi berhasil mengejar pesawat. Melalui jaringan komunikasi internal petugas, pesawat akhirnya bisa berhenti dan mereka menyiapkan tangga untuk saya naik pesawat. Sayapun akhirnya berhasil pesawat untuk pertama kalinya.

Eng ing eng... Saat masuk pesawat, seluruh mata tertuju padaku. Bukan karena saya Miss Indonesia atau bikin semua terpesona, akan tetapi mungkin karena mereka penasaran siapa orangnya yang bisa membuat pesawat yang sudah ready take off berhenti. Pejabatkah? Pengusaha? Orang penting? Selebriti atau .... Anak raja :p

Sorry, kalian semua salah. Karena ternyata orangnya malah masuk ke bagian kelas ekonomi. Mana ada orang kaya yang naik kelas ekonomi :p Entah apa yang ada dalam pikiran mereka saat itu, Mungkin antara penasaran, kesal, bengong, marah atau.... Apapunlah.Who knows :p

Drama tidak terhenti sampai di situ. Begitu sampai di kursi, petugas menanyakan boarding pass. Ketika bertanya pada teman saya, dia malah bilang tidak tau. OMG...  Panik dong saya. Muka si petugas udah hampir merah, begitupun saya. Rasanya seluruh mata seisi pesawat sudah menatap ke arah saya. Jika tatapan mata bisa menusuk, mungkin saat itu saya sekujur tubuh saya udah berlubang dimana-mana.

Setelah beberapa lama, akhirnya tanpa rasa bersalah, teman saya menunjukan boarding pass saya ke petugas. Si petugas cuma bisa geleng geleng kepala terus bilang" lain kali jangan begini ya mbak "
Rasanya mo jedotin pala ke tembok aja. Tembok busa tapinya :D

Setelah duduk manis di kursi, tiba saatnya take off, Dan si newbie kembali berulah. Gak tau caranya memasang safety belt. Bener-bener typical newbie dalam hal jadi penumpang pesawat. Akhirnya mbak mbak pramugari mengajarkan cara memasangnya.

Kalau inget kejadian itu sekarang rasanya mau ketawa ngakak aja. Setiap orang pasti pernah mengalami pengalaman pertama dalam suatu hal, tetapi mungkin kalau dalam hal naik pesawat, tidak banyak yang senorak Dan seheboh pengalaman pertama saya :D

Temans, bagaimana pengalaman pertama kamu naik pesawat?

Moral of the story :
1. Berangkat ke bandara jangan mepet, coz we never know what will happen on the road. Apalagi di Jakarta yang terkenal dengan traffic jamnya.
2. Packing yang bener, jangan sampe kejadian terbawa di kabin barang-barang yang tak boleh masuk kabin pesawat.
3. Sebelum masuk pesawat, Selalu bawa boarding pass, HP, kartu identitas n dompet anda sendiri. Jangan pernah dititipkan ke orang lain. Apalagi kalau orangnya punya kecenderungan terlalu cuek atau amnesia sementara :p
4. In case emergency seperti kejadian di atas, pasang muka memelas meyakinkan, sehingga petugas percaya dengan kata kata Kita
5. Siapin muka cadangan atau topeng, muka polos n innocent. Sehingga seperti apapun sikap penumpang lain ke kita, it wouldn't bring u down. Cool aja kalees..


Sekian


Ubud, 1 November 2015
Erry, di tengah kegalauan karena gagal finish 34 propinsi di Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar