Selasa, 03 November 2015

Trip Pengobat Sakit Hati. Part1

Seperti yang sudah saya ceritakan di tulisan sebelumnya, karena batal ke bengkulu untuk menyelesaikan propinsi terakhir dari 34 propinsi di Indonesia, sayapun malah nyangkut di Bali.

Sabtu, 31 Oktober pagi saya sudah sampai di bandara Soekarno- Hatta. Jam keberangkatan saya ke Bali kebetulan hampir sama dengan jadwal di rencana awal saya ke Bengkulu. Melihat tulisan Bengkulu di bandara kok ya rasanya jadi gimana gitu. Masih tersisa kesal Dan sakit hati.

Saya naik pesawat Garuda Indonesia tujuan Denpasar yang jam 8 pagi. Begitu sampai di dalam pesawat, ternyata penerbangan itu menggunakan pesawat anyar keluaran Boeing, yaitu Boeing 777-300 ER.

Saya tiba di Denpasar sekitar jam 11 pagi waktu setempat. Keluar dari ruang kedatangan, saya langsung menuju minimarket terdekat. Tujuannya selain membeli minum, juga untuk mencharge HP untuk browsing sambil menunggu teman. Dari hasil googling, saya mendapatkan rentalan motor dengan tarif 65 ribu Rupiah/ hari. Memang sih, tarifnya lebih mahal daripada klo menyewa di sekitaran Kuta yang hanya 50 ribu Rupiah/hari. Tapi kakalu menyewa motor dari bandara, Kita tidak perlu repot ke Kuta dulu Dan untuk mengemBalikan juga tidak harus ke Kuta lagi. Jatuhnya sewa motor di bandara lebih efisien. Dengan catatan barang bawaan Kita tidak banyak. Karena tidak Mungkin kan naik motor bawa2 tas trolly atau backpack segede gaban? :p

Sekitar jam 11 an, Nelly-teman saya pun sampai. Setelah sholat zuhur, kamipun berangkat.
Saya sudah sering sekali ke Bali. Tp Baru kali ini menggunakan motor. Jadi rasanya excited sekali.

Rute kami hari ini adalah airport-Ubud. Dan mampir di beberapa tempat sepanjang jalan, seperti pantai sanur. Traveling dengan motor memberi kita kesempatan untuk melihat lebih banyak hal, lebih mempelajari jalan dan bisa mampir di mana saja. Nelly Baru sekali ini menggunakan kaki di Bali. Jadi saya berperan sebagai navigator. Bermodalkan Peta (hardcopy & Google map) dan GPS, alias Global 'Petakonan' System :D

Sekitar jam 5 sore kamipun tiba di Ubud. Kamipun langsung menuju hotel yang telah kami booking sebelumnya via agoda. Hotel Arjuna 2 terletak di jalan Arjuna, tak jauh dari Ubud market. Area ini memang area hotel-hotel backpacker yang murah meriah. Dulu saya pikir, hotel di area  Ubud mahal semua. Tapi ternyata tidak juga. Kamar yang kami sewa tarif nya sebesar 135 ribu rupiah/ malam, include breakfast. Kamarnya bersih dan nyaman.

Malam pertama kami di Ubud kami isi dengan menonton pertunjukan tari kecak di pura di jl. Hanoman Ubud.

Setelah makan malam, kamipun istirahat  untuk mempersiapkan diri untuk esok

Bojonggede, 3 November 2015
Erry, yang lagi duduk manis di dalam Angkot dari stasiun menuju rumah.

0 komentar:

Poskan Komentar