Kamis, 13 Mei 2010

Rindu Dendam


Sepenggal kenangan yang terserak.
Seraut bayang samar.
Sebenih rasa yang hilang.
Tersembunyi. Dalam.

Tertimpa episode hidup yang terus berjalan.
Terkikis orang yang lalu lalang.
Terbasuh hujan, badai, mentari serta pelangi kehidupan.

Kupikir lelah.
Kusangka letih.
Tapiku malah rindu, dendam.
Tak bisa berhenti. Kecanduan.

Kurindu warna warni itu.
Debar dan getaran itu.
Sensasinya. Iramanya. Rasanya.

Hingga kutak lagi rasakan sakitnya.
Perihnya. Juga asin air mata.
Aku rindu. Dendam.

Kudendam pada rindu yang terus bersarang.
Kubenci pada rasa yang terlarang.
Rindu yang mendendam.
Dendam pada rindu yang dalam.

Kukutuk hari saat pertama kali kutemui kau.
Kupuja detik saat pertama kukenal engkau.
Aku rindu dendam. Padamu....tak terelakan..

Makassar, 11 Mei 2010

0 komentar:

Posting Komentar