Jumat, 28 Mei 2010

Sesak (Lagi)


Sesak. Pengap. Seperti seluruh udara hilang tiba-tiba. Berubah hampa.
Sesak. Penat. Tiada udara. Nafasku terbata. Dadaku lara.
Sesak. Berat. Seperti ada berton beban menimpa. Tapi tak nyata.

Kuingin teriak, tapi tak bisa.
Kuingin berlari, tapi tak kuasa.
Kuingin bunuhi rasa ini, tapi tak berdaya.

Yang tertinggal hanya sesak dan tangis kering tanpa suara.
Tanpa air mata.

Makassar, 27 Mei 2010

0 komentar:

Posting Komentar