Rabu, 27 Juni 2012

Gembel Traveller. Day 7. The Nice and Quiet Ko Lanta



Hari ketujuh, kami melanjutkan perjalanan ke Ko Lanta dengan menumpang minivan yang telah dipesan sehari sebelumnya. Harga tiket minivan Ao Nang – Ko Lanta adalah 800 baht. Perjalanan dari Ao Nang ke Ko Lanta dinempuh dalam waktu selama 4 jam. Sebenarnya, kalau kita datang saat peak season, yaitu antara bulan November – Maret ada kapal kapal penumpang dari dan ke Ko Lanta dari Krabi, Ao nang, Ko Phi Phi, Railay maupun Phuket. Tetapi karena kami datang saat low season, jalan darat dan 2x penyebrangan ferry adalah satu-satunya cara menuju ke sana. Kami menitipkan sebagian besar barang di hotel di Ao Nang, karena kami berencana akan kembali lagi ke sini. Jadi kami tidak perlu membawa banyak bawaan ke Ko Lanta. Biar gak repot.

Kami tiba di Kwak Kwang Beach Resort sekitar pukul 12 siang. Resort ini terletak di private beach. Jadi ini adalah satu-satunya hotel di area Klong Dao Beach, Ko Lanta yang hanya berjarak 10 menit dari Pelabuhan Saladan Pier. Suasana yang cukup sepi dan jauh dari peradaban ada plus dan minusnya. Kita bisa dengan tenang bersantai ria di sini, tetapi kita jadi ‘terjebak’ untuk makan di restoran hotel  terutama untuk makan malam karena tidak ada pilihan lain. Harga kamar bungalow yang kami sewa adalah 650 baht. Lumayan mahal untuk ukuran Thailand, akan tetapi kalau dilihat tempat dan lokasinya it’s worthed. Kamar kami sudah ber AC, kamar mandi dalam, lengkap dengan TV dan pemanas air. Sayangnya, hotel ini adalah hotel tua yang saat kami datang sedang dalam proses renovasi. Jadi ada beberapa fasilitas yang tidak berfungsi. Kami batal leyeh-leyeh  di kolam renang view langsung ke pantai karena juga sedang direnovasi.

Setelah checkin kami menyewa tuk tuk sekitar 600 baht untuk berkeliling pulau. Tuk tuk adalah kendaraan khas di Thailand yang mirip dengan bentor di Medan, hanya lebih besar. Ko lanta ini adalah pulau yang cukup besar denagna mayoritas penduduknya adalah nelayan dan muslim. Saya sempat kaget banget saat mendengar suara adzan magrib di pulau ini. Ko lanta memiliki laut yang indah, dan merupakan destinasi diving yang cukup terkenal. Karena kami bukan divers, jadi kami cukup puas hanya berjalan-jalan sekeliling pulau. Kami mengunjungi kota tua Ko Lanta, kampung nelayan, mangrove, tempat pelatihan dan wisata trekking gajah serta beberapa pantai indah dan point view dengan pemandangan yang indah.

Suara deburan pantai menemani tidur kami yang damai malam itu.

0 komentar:

Poskan Komentar