Rabu, 15 Oktober 2008

Dream Lovers

Aku jatuh cinta

Aku jatuh cinta pada kata
Rangkaian kata penuh pesona
Menebar mimpi membuka dunia

Aku rindu ungkapan rasa
Manis, pahit, sedu dan sedannya itu
Kunikmati saja semuanya
Membawaku memimpikanmu

Aku ingin bercumbu dengan buku
Bercinta dengan kata
Bersenggama dengan aksara
Hingga tiada batasan antara aku dan alam raya

Berawal dari sebuah statement yang terlontar kalau membaca adalah sebuah kebiasaan ‘buruk’ (terutama karya fiksi) yang hanya membuat orang kebanyakan bermimpi. Bener ga sih??

Statement itu, mengingatkanku pada pengalaman pribadiku. Hampir setiap hari aku membawa buku saat berangkat kerja. Aku membaca kapanpun ada waktu dan kesempatan. Aku membaca saat menunggu shuttlebus, di dalam shuttlebus menuju kantor, jam istirahat, dalam perjalanan keluar kantor kemanapun atau pada saat senggang. Tentunya bukan di saat banyak pekerjaan, karena aku masih cukup tahu diri kalau aku ini hanyalah ‘buruh gajian’ yang masih perlu pekerjaan. Saking seringnya rekan sekantorku melihatku membaca, mereka bertanya “ Rie, loe suka banget baca ya? Gw liat kemana-mana lo baca dech. Kenapa sih loe suka banget baca? “ atau dengan pertanyaan miring “ jangan kebanyakan baca loe, nanti terlalu terpengaruh sama buku n jadi ngimpi lo”. Dalam hati aku bertanya?? What’s wrong with that?? Aku suka baca. Mungkin bisa terpengaruh buku, but what’s wrong?? Selama pengaruh yang kudapat adalah positif. Dan selama aku bermimpi tentang hal yang positif. Apa salahnya dengan itu semua??

Melalu kisah dan perjalanan hidup orang lain yang kuintip lewat buku, aku bisa belajar banyak hal. Aku bisa memandang dunia lewat jendelanya. Bisa tahu hal hal yang blm pernah kutahu, tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi dan orang-orang yang belum pernah kutemui. Aku seakan mendapat oksigen, pencerahan dan cahaya. Tak lagi stagnan dengan rutinitas yang terkadang menjemukan. Belajar mengambil hikmah dari kejadian dan yang pasti aku berani untuk punya tujuan. Buku memang membuatku bermimpi. Bermimpi tentang keajaiban, kekuatan dan kemampuan. Mimpi memberiku inspirasi dan kekuatan. Aku tak ragu lagi meraih cita bahkan menggapai matahari. Seperti dulu, sesuatu hal yang hingga kini masih kusesali.

Tetapi itu hanya kata dalam batin saja. Diluarnya aku hanya tersenyum saja dan bilang pada mereka” mendingan baca daripada bengong, ngehayal yang gak gak ataupun ngomong yang gak karuan dan ngegosipin orang. Nambah dosa aja”. Mendengarnya mereka hanya tersenyum simpul saja. Terkadang sulit untuk menjelaskan pada orang kenapa begini dan kenapa begitu. Apalagi buat mereka yang tidak paham masalah dan tidak mengalaminya sendiri. Aku tak mau bersusah payah menjelaskan hal yang tak perlu pada mereka. Biarkan saja mereka dengan pemikiran mereka. Dan biarkan aku dengan diri dan kesenanganku sendiri. Selama mereka tak mengusik hal-hal ‘sensitif’ dan terlalu pribadi. Aku tak suka mencampuri urusan orang lain sama seperti aku tak suka urusanku dicampuri orang lain.

Life must go on, everything happen. Whatever others think

*sayup sayup terdengar suara nyanyian*

I have a dream
A song to sing
To help me caught with everything
If u see the wonder
Of a fairy tale
You can see future
Even if you fail

I believe in angel
Something good in everything i see

I believe in angel
When i know the time it’s right fo me
I have a dream
A song to sing

.........
Medan , 15 oktober 2008

0 komentar:

Poskan Komentar