Selasa, 14 Oktober 2008

CORALINE By : Neil Gaiman


Aku adalah penjelajah. Kalimat itu seringkali terlontar dari bibir Coraline. Sejak kecil ia suka sekali menjelajah dan meneliti hal hal baru. Seperti layaknya seorang anak kecil yang penuh rasa ingin tahu. Suatu hari, ketika sedang menjelajahi Coraline menemukan sebuah pintu yang menuju ke sebuah rumah lain yang sangat mirip dengan rumahnya. Disana ada ayah dan ibu lain yang juga mirip dengan ayah dan ibunya. Awalnya, di rumah lainnya itu, segalanya lebih menarik dan menyenangkan. Hingga Coraline tergoda untuk tinggal di sana selamanya. Hampir terperangkap, kalau saja ia tak bertemu dengan tiga orang anak kecil yang terperangkap disana. Dan Coralinelah harapan mereka satu-satunya untuk keluar dari sana.

Kembali ke dunia fantasy.

Lagi lagi fantasy.
Fantasy lagi lagi.
Lagi
Fantasy
Lagi.

Kalau biasanya, digambarkan dunia fantasy nan ajaib dan indah, disini digambarkan fantasy yang gelap. Klo kata syl, it’s a dark fantasy. Gelap, berarti tidak terang. Tidak terang berarti kurang cahaya. (Lah iyalah, anak kecil juga tahu) Saking gelapnya membuatku meraba-raba dalam gelap. *hiperbola mode on*

Fantasy, imaginasi dan dunia khayali. Om Gaiman pintar sekali meramu kata, membawa imaginasi kita berkeliaran, tanpa batasan usia.

0 komentar:

Posting Komentar