Senin, 15 Februari 2010

Derasnya Ciuman Hujan (Sebuah Review atas Ciuman Hujan-Seratus Soneta Cinta By Pablo Neruda)


“Kini saat aku mendekarasikan fondamen-fondamen cintaku, aku persembahkan alaf ini kepadamu: sonata-soneta kayu yang lahir hanya karena engkau memberinya kehidupan” (Pablo Neruda dalam Ciuman Hujan)

Cinta, cinta dan cinta
Terpana oleh cinta
Terpesona dalam kata

Derasnya ciuman kata dari bibirmu
Basahi kering hatiku
Banjiri kerontang jiwaku
Hujani dahaga diriku

Sepanjang hari, ayat-ayat cinta itu terus bertasbih
Sepanjang waktu, tarian kata itu terus bernyanyi
Tanpa henti
Entah itu pagi, senja, petang ataupun malam hari.

Panas, membara dan bergelora
Hangat seperti mentari musim semi
Tetapi sekaligus tajam seperti duri


Oh No. Cinta. Satu kata ajaib dan misterius yang bisa membuat banyak orang terpesona dan kelimpungan dibuatnya. Manis, pahit sedu dan sedannya. Sakitnya, indahnya, suka dan dukanya. Cintalah yang mewarnai dunia. Menjadikan dunia tak hanya hitam, putih dan abu-abu. Kumpulan seratus sonata ini merangkai dgn begitu indahnya kata-kata cinta. Walaupun terkadang liar, panas dan menggelora. Dan terkesan terlalu gombal dan lebay. Tetapi, perempuan mana sih yang ga suka dirayu? Selama dia masih perempuan normal. Pasti tetap terpengaruh sama yg namanya rayuan dan kata-kata manis. Walaupun hanya sedikit. Bahkan walaupun tahu kalau rayuan itu hanyalah palsu belaka.

Kalau si penulis masih hdp di jaman sekarang, dan seumuran (bukan aki2 pastinya), ada di depan mata dan menuliskan soneta2 ini untuk saya, sepertinya saya akan jatuh cinta padanya ^^

Lelaki adalah buaya, binatang. Tetapi perempuan adalah penyayang binatang :P itulah kenapa saya tak suka sama yang namanya perempuan.


*Barbie yang masih klepek-klepek baca kumpulan rayuan buaya Opa Neruda*

Palangkaraya, 14 Februari 2010

0 komentar:

Posting Komentar