Sabtu, 06 Februari 2010

Labirin


Tubuhku disini, tapi hatiku tidak. Pikiranku berkelana, jiwaku mengembara. Mencari asa yang tiada.
Tersesat dalam labirin. Terjebak dalam lorong tak berujung. Sebuah sesat.

Kemanakah logika? Karena semua kata serasa fana, hampa, tanpa makna. Semua hanyalah palsu belaka. Rayuan buaya.

Dan aku pergi. Bersama kepakkan sayap-sayap patah dan mimpi yang pecah. Tuk kutata lagi hidup dan mimpi tadi. Karena esok mentari ‘kan bersinar lagi. Hidupku ‘kan indah lagi.

Palangkaraya, 5 februari 2010

0 komentar:

Posting Komentar