Kamis, 18 November 2010

Demi Waktu


Demi waktu. Dia yang jika datang tak bisa terulang. Dia yang jika pergi tak bisa diminta kembali. Dia yang saat telah habis tak bisa diputar ulang atau diminta lagi. Dia yang menjadi saksi peristiwa sejarah dan juga tragedi. Menjadi saksi kelahiran, perkembangan dan kematian. Menyimpan jawaban atas banyak misteri dan tanya. Manusia datang dan pergi dan jaman silih berganti. Ada awal pasti ada akhir.

Demi waktu. Yang terus berputar tak tergugat sampai tiba saat yang dikehendaki-Nya. Dan manusia berada di antaranya. Dipermainkan oleh takdir dan putaran waktu. Akan jadi apa? Akan jadi seperti apa? Apakah kita mampu memanfaatkan bahkan mengendalikan waktu ataukah kita hanya akan habis tergilas oleh waktu. Apakah dalam hidup, kita mampu membuat arti dan menjadi berharga ataukah hanya sebuah kesia-siaan belaka. Apakah kita yang akan menjadi penoreh sejarah atau malah kita yang lenyap ditelan arus sejarah. 

Pertanyaan beruntun yang terus berkecamuk di pikiranku. Mampukah aku menaklukkan sang waktu?
Akankah sesal kan jadi hantu tanpa makna. Karena ketika tiba saatnya, semua sudah terlambat

 Balikpapan, 18 November 2010

0 komentar:

Poskan Komentar