Kamis, 18 November 2010

Perkosa


Kau yang datang tanpa tanda dan pergi tanpa kata. Setelah tanpa hati kau perkosa aku.  Setelah puas kau jamahi seluruhku. Setelah kau hisap habis sari hidup dan semua milikku. Hingga aku cemar, ternoda. 

Kau yang datang dengan senyum dan berjuta janji serta propaganda. Kau goda, kau tipu, kau liciki pihak yang seharusnya berfunfsi sebagai pelindung dan penjaga. Karena aku adalah harta mereka yang paling berharga. Karena aku adalah harga diri mereka. Tapi… ketamakkan dan nafsu serakah manusia mengalahkan segalanya. Perduli setan dengan masa depan. Terabaikan saja semua tanggung jawab dan moral. Karena kalian lapar, haus dan dahaga. 

Kau tancapkan egomu di tubuhku dengan ganas hingga membuatku sesak, tak bisa bernafas. Kau kekang erat aku hingga kutak mampu berontak. Kau cumbui aku tanpa rasa. Kau telusuri diriku tanpa cinta. Tanpa takut akan karma dan dosa. Dan kini tinggal aku yang hancur dan rusak tak miliki apa-apa. Semua  telah binasa.

Manisnya gunung dan bukitku telah kau hisap habis. Hingga kering, kerontang tersia-sia. Hutan perawanku yang hijau dan subur lenyaplah sudah. Air, sungai dan lautku yang jernih tercemar tak bernyawa.

Kini kau bisa berbahagia, bersenang-senang, berfoya ria. Lantas kau umbar kebohongan akan tanggung jawab dan balasan imbal balik yang tak seberapa artinya. Semua orang percaya saja. Mereka berlomba memuji, bertanding tuk jadi bagian lingkaran setan ketamakkan dan kerakusan manusia.

Aahh.. aku hanya bisa tersenyum pahit. Kalian semua memang sama. Baik penghisap haus darah maupun penjaga bermuka dua. Semuanya sama. Durjana dan durhaka. Si pandir yang bodoh bersanding dengan serigala yang serakah. Cocok dan mirip seperti pinang dibelah dua.

Mungkin sekarang aku diam tak bersuara.  Akan tiba saatnya kalian tak bisa lagi tertawa. Ketika aku berontak dan murka. Kalian tak’kan bisa lagi tertawa. Kalian tunggu saja wahai manusia. Pada saatnya, akulah yang akan tertawa. Ha ha ha :D

Balikpapan, 18 November 2010

0 komentar:

Poskan Komentar