Selasa, 26 Oktober 2010

Suatu Hari di Bandara Soeta


Bengong, duduk sendirian di starbucks coffe terminal 2 Bandara Soeta. Aku sedang menunggu penerbangan lanjutan menuju Pontianak, Dua jam yang rasanya lama sekali.

Aku sudah berada di Jakarta, kotaku tercinta. Walaupun sering, macet, banjir, berantakan dan terancam tenggelam L Tetapi, walaubagaimanapun inilah kota tempat aku lahir dan dibesarkan. Kota tempat orang tua, keluarga dan sebagian besar teman-temanku berada. Kota yang selalu aku rindukan kalau jauh di mata. Yang walaupun kalau aku sedang di sana tak bisa lepas dari mengeluh saja.

Jakarta.. aku datang, walaupun hanya transit doang.

Aarrgghh.. ternyata menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan. Apalagi kalau sendirian dan tak tahu apa yang harus dilakukan. Krucuk.. tiba-tiba perutku berteriak kesakita. Maagku melilit karena dihajar kopi di pagi hari. Secangkir kopi hitam yang bisa membantuku mengumpulkan nyawa yang sedari tadi masih melayang entah ke mana. 

Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Niatnya cuci mata. :P Tapi yang ada aku malah jadi pusing kepala. Banyak orang bersliweran. Aku jadi merasa sepi, terasing dalam keramaian.

Bandara, tempat orang-orang datang dan pergi ke banyak tempat di seluruh dunia. Tanpa sadar pikiranku melayang kepada seseorang yang sedang menuntut ilmu jauh di sebrang benua sana. Rindu itu muncul tiba-tiba. Apa kabarnya? Lama tak bersua. Lama tak mendengar suaranya. Lama tak berbincang dan bercerita walaupun hanya di dunia maya. I miss  you, and I wonder do you ever miss me? You’ve be a part of my heart. Do you feel the same?

Aarrggh.. sudahlah, jangan suka berpikir yang tidak-tidak. Lanjutkan dan nikmati saja hidupmu. Nikmati saja apa yang ada, karena dunia itu indah.

Jakarta, 25 Oktober 2010

*efek kurang kerjaan karena kebanyakan bengong di bandara*

1 komentar:

agen tiket pesawat mengatakan...

salam kenal, cerita di atas menceritakan kegalauan ya? hehehe

Poskan Komentar