Minggu, 24 Oktober 2010

Tanda Baca


Suatu ketika, himpunan tanda baca sedang bermusyawarah. mereka ingin menentukkan siapa yang akan jadi ketua di antara semua jenis huruf dan tanda baca.

Si titik yakin kalau drinya akan menang. Karena ialah penutup segala jenis kalimat pernyataan ataupun berita. Tapi  hal ini dibantah oleh tanda seru dan tanya. Mereka juga merasa menjadi penutup rangkaian kata. Malahan dengan penekanan yang lebih besar . Si kembar tanda kurung satu dan dua berwacana kalau fungsi mereka juga tak klaah penting, untuk membedakan mana kalimat lansung dan istilah dalam cerita.

Huruf miring dan huruf tebal juga menyanggah. Mereka merasa jadi centre of interest dari suatu rangkaian kata. Titik koma memilih untuk diam saja. Sedangkan tanda koma mencoba menjadi penengah di antara mereka.
Perseteruan seru. Diskusi dan debat adu wacana yang cukup sengit. Hingga batas waktu berakhir tetap tak memutuskan apa-apa. Yang ada, tugas-tugas terlantar,  kreatifitas dan tulisan tak ada yang tercipta. Imaginasi tak bisa tergambarkan sempurna.

Mereka baru menyadari kalau hanya denagn kebersamaan dan kerjaslah mereka basa sempurna. Tak ada yang lebih daripada yang lainnya. Mereka tak bisa berdiri sendiri karena akan tanpa arti.

Begitupun dengan manusia.

Balikpapan, 241010

0 komentar:

Poskan Komentar